Seberapa Pentingkah Knowledge Management bagi UKM?

Author: rizaloktora  //  Category: Uncategorized

Oleh Yoki Kuncoro • 30th Jun, 2008 • Kategori: Kolom, Yoki Kuncoro •Dilihat:1,013 views •Kirim:Email This Post Email This Post

Secara umum, lemahnya daya saing merupakan faktor utama yang menyebabkan usaha kecil menengah (UKM) kita kurang berkembang di pasar global. Bila kita telaah lebih jauh, ternyata permasalahannya ada pada kurangnya pengetahuan (knowledge) yang dimiliki dari para pengusaha tersebut. Wajar saja, karena memang mayoritas pendidikan pengusaha kecil menengah di Indonesia masih rendah.

Padahal seperti telah diketahui, pengetahuan memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan perusahaan. Semakin unggul pengetahuan suatu perusahaan dan sumber daya manusianya (SDM) maka akan semakin tinggi daya saing perusahaan di pasar global.

Contohnya adalah kesuksesan Microsoft dalam menjadi salah satu perusahan Information Technology (IT) terbesar di dunia. Sangat terbukti, bahwa Microsoft berhasil karena kekuatan pengetahuan yang dimiliki oleh pendiri dan pegawai-pegawainya. Lihat saja, harga saham Microsoft yang dihargai tinggi oleh masyarakat bukan dihitung berdasarkan aset yg dimiliki microsoft, namun lebih karena Microsoft memiliki pegawai dengan pengetahuan yang di atas rata-rata perusahaan lain.

Namun, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara yang efektif dan efesien dalam meningkatkan pengetahuan di sebuah perusahaan? Berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk mengirim karyawan ke lembaga pelatihan, sekolah, atau seminar agar terjadi peningkatan pengetahuan? Lalu, bagaimana bila perusahaan anda memiliki karyawan yang lumayan banyak? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Inilah beberapa pertanyaan yang biasa diajukan para pengusaha maupun pemimpin perusahaan. Namun, mau tidak mau, proses peningkatan pengetahuan tetap harus dilakukan. Karena, salah satu kunci untuk memenangi kompetisi adalah kekuatan dari karyawan yang cerdas atau knowledge worker. Semakin cerdas dan pintar karyawan di perusahaan anda, maka akan semakin mudah pula perusahaan anda menghadapi perubahan dan memenangi kompetisi.

Salah satu solusi yang menarik saat ini adalah dengan menerapkan sebuah sistem yang mampu meningkatkan pengetahuan di internal perusahaan yang dinamakan sistem knowledge management.

Sederhananya, knowledge management merupakan sebuah sistem database berbasis web yang berguna dalam mengelola seluruh pengetahuan yang dimiliki oleh perusahaan dan pegawainya. Mengelola disini tidak sebatas menyimpan, namun juga menciptakan budaya pembelajaran di lingkungan karyawan melalui proses pertukaran pengetahuan. Sehingga, akan memudahkan karyawan dalam melakukan pembelajaran secara mandiri dan memudahkan dalam memberikan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapinya maupun yang dihadapi pelanggan.

Dengan begitu, maka proses peningkatan knowledge seluruh karyawan tidak memakan biaya besar dan waktu yang lama. Dan secara perlahan tapi pasti, budaya pembelajaran akan semakin tumbuh di lingkungan perusahaan. Alhasil, perusahaan pun bisa percaya diri berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.

Contoh baru-baru ini yang paling menarik adalah IBM. Pada akhir tahun 2000, pertumbuhan perusahaan yang terkenal dengan bisnis personal computer (PC) dan semikonduktor itu terus merugi. Namun, pada akhir tahun 2005, IBM mencatatkan pendapatan perusahaan yang luar biasa. Earning per share IBM menjadi 4,87 dollar US pada tahun 2005.

Lalu, apa kuncinya sehingga IBM berhasil kembali menjadi perusahaan yang sangat menguntungkan? Ternyata, salah satu yang dilakukan IBM adalah dengan membangun motivasi karyawan dan menciptakan kompetensi karyawannya melalui penerapan knowledge management. IBM percaya bahwa dengan peningkatan motivasi dan kompetensi karyawan yang signifikan, maka perusahaan akan bisa menciptakan produk dan solusi bagi pelanggannya.

Di Indonesia, setidaknya ada beberapa perusahaan yang telah menerapkan knowlegde management. Di antaranya adalah PLN, UTE Pandu engineering selaku anak perusahaan United Tractor, dan Wijaya Karya. Alasan yang dikemukakan perusahaan-perusahaan tersebut hampir sama, yakni untuk menciptakan budaya pembelajaran dan mempermudah penciptaan solusi, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kapitalisasi perusahaan.

Nah, berkaca dari perusahaan-perusahaan besar yang sukses menerapkan knowledge management, timbul pertanyaan. Apakah usaha kecil menengah (UKM) perlu juga menerapkan sistem knowledge management? Seberapa pentingkah?

Jawabannya cukup sederhana, sangat penting. Kenapa? Seperti kita ketahui, salah satu penyebab UKM kurang memiliki daya saing yang tinggi adalah karena mayoritas pendirinya hanya berpendidikan SMP dan SMU. Sehingga, kemampuan bersaing di tingkat global menjadi terbatas. Untuk itu, peningkatan knowledge bagi UKM dan seluruh pegawainya menjadi suatu keharusan.

Atau bila menggunakan logika sederhana, bila perusahaan besar menerapkan knowledge management untuk pertumbuhan perusahaannya, tentunya UKM harus lebih serius lagi dalam menerapkan knowledge management. Sehingga UKM bisa melakukan lompatan lebih jauh agar bisa cepat menjadi perusahaan besar.

Dalam sistem knowledge management, setidaknya ada tiga proses yang harus dilakukan. Proses pertama adalah eksplorasi, yaitu melakukan pemetaan dalam organisasi mengenai knowledge yang dimiliki oleh setiap divisi, baik yang berhubungan dengan sumber daya manusia, produk, pasar, maupun pelanggan. Dengan begitu, maka akan mudah dilakukan proses pencarian dan pengumpulan seluruh pengetahuan yang dimiliki perusahaan maupun pengetahuan yang dikuasai oleh tiap pegawai.

Kedua, proses pembelajaran. Pada tahap ini dilakukan cara memanfaatkan pengetahuan tersebut secara maksimal. Bisa dengan pertukaran antar individu maupun secara perorangan. Atau, bisa dilakukan melalui forum interaktif untuk berbagi pengetahuan secara online. Pada tahap ini, akan tercipta budaya pembelajaran yang semakin lama semakin kuat. Kenapa? Karena pada dasarnya setiap orang haus akan informasi dan pengetahuan. Akibatnya, perusahaan pun akan semakin kaya akan orang-orang yang kuat pengetahuannya.

Ketiga, proses mencari dan menciptakan pengetahuan baru. Tahap ini akan terjadi bila telah terjadi budaya pembelajaran yang kuat dalam perusahaan. Dan juga, kumpulan knowledge yang sebelumnya dimiliki perusahaan dalam sistem knowledge management tidak lagi mencukupi. Sehingga, tiap orang dalam perusahaan akan berusaha untuk mencari dan menemukan pengetahuan yang baru. Alhasil, kumpulan pengetahuan dalam sistem knowlegde management menjadi terus berkembang yang pada akhrinya akan menjadi sumber pengetahuan perusahaan yang lengkap dan update atau terus diperbaharui.

Nah, bila perusahaan Anda masih tergolong UKM, maka penerapan knowledge management akan menjadi suatu tantangan menarik. Apalagi bila sudah banyak terbukti mampu menigkatkan daya saing perusahaan.

Sumber: http://kolumnis.com/2008/06/30/seberapa-pentingkah-knowledge-management-bagi-ukm/

Author: rizaloktora  //  Category: Uncategorized

contohkm1

Memanfaatkan Knowledge Management di PPSDMS

Author: rizaloktora  //  Category: Uncategorized

Sumber : http://ppsdms.org/memanfaatkan-knowledge-management-di-ppsdms.htm
Oleh: Achmad Zaky Syaifudin

Knowledge Management (KM) memang bukan barang baru saat ini. Keberadaannya sudah diakui sebagai disiplin ilmu mulai tahun 1995. Namun belum banyak perusahaan dan instansi-instansi di Indonesia yang mampu mengimplementasikannya agar memberikan keunggulan kompetitif tersendiri. KM tidak bisa dilepaskan dari dua hal, yaitu Teknologi Informasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
PPSDMS sebagai lembaga yang bergerak dalam pengembangan sumber daya manusia strategis tentunya perlu mengkaji lebih dalam tentang KM. Hal itu bertujuan untuk mendapatkan yang SDM terbaik. Mungkin bukan competitive advantage yang dijadikan sasaran, jika PPSDMS mengimplementasikan KM, mengingat posisinya sebagai lembaga sosial nonprofit tak perlu mendefinisikan kompetitor yang mengancam, walaupun ada sejumlah lembaga yang bergerak dalam bidang yang sama. Dalam konteks sosial, berbeda dengan bisnis, yang berlaku adalah prinsip fastabiq al khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Akan tetapi, PPSDMS harus menjadi learning organization agar visinya tercapai. Bukan main-main memang visi yang ingin dicapai PPSDMS, yaitu mencetak pemimpin-pemimpin masa depan sesuai yang kriteria yang telah ditentukan.
PPSDMS terlihat telah berusaha menerapkan KM secara khas, namun masih dalam skala kecil. Misalkan, pemberian kritik dan saran oleh peserta atau supervisor. Kemudian pencatatan resume materi oleh peserta PPSDMS. Akan tetapi, ada beberapa temuan yang menarik yaitu, belum adanya manajemen yang bisa menjaga akumulasi pengetahuan dari materi dan acara yang telah diselenggarakan. Contoh kasus, pemateri PPSDMS di masing-masing regional, saya tidak yakin seluruh peserta mengingat materi-materi yang telah diberikan oleh narasumber di tiap-tiap regional. Untuk itu diperlukan manajemen terhadap pengetahuan yang didapatkan dari masing-masing narasumber, sehingga ilmu pengetahuan yang telah mengalir dalam PPSDMS tetap terjaga sampai akhir hayat.
Contoh konkrit lain adalah menyimpan slide presentasi yang telah diberikan oleh narasumber. Bisa saja PPSDMS menambahkan fitur ke dalam portal resminya, sehingga masing-masing regional bisa meng-upload setiap slide atau makalah yang diberikan pemateri. Harapannya, dengan adanya sistem informasi tentang materi-materi yang telah diberikan di PPSDMS, maka seluruh peserta di lima kota dapat mengakses kembali materi tersebut, bila mereka ingin me-refresh pengetahuan yang pernah didapatkan.
Selain untuk keperluan internal PPSDMS, manajemen pengetahuan yang dilakukan bisa juga dimanfaatkan untuk keperluan eksternal. Misalkan saja, seluruh materi presentasi di-publish untuk umum. Hal itu akan menambah manfaat dan pengaruh bagi masyarakat umum. Di era teknologi informasi saat ini, informasi atau pengetahuan bisa tersebar ke berbagai belahan dunia dalam waktu yang sangat singkat. Fenomena ini terjadi melalui medium Youtube (portal video gratis), Wikipedia (kamus online), Google (mesin pencari informasi), dll.
Youtube merupakan situs yang memungkinan kita untuk memasukkan (upload) dan mengambil (download) video dari berbagai pengguna internet di seluruh dunia. Layanan Youtube telah membuktikan bagaimana sebaran pengetahuan itu tidak dibatasi ruang dan waktu. Hal yang sama juga terjadi dalam situs TED (Technology, Education and Design), yaitu sebuah konsorsium di Amerika Serikat yang setiap pekan mengadakan kuliah bertaraf internasional. Di TED, para pemimpin, inovator, dan pelaku perubahan di seluruh dunia berbicara secara berkala. Kemudian hasil rekaman video kuliah tersebut dipublikasikan di internet (www.ted.com). Kini petani di pinggiran kota di India atau anak jalanan di pinggir kota Jakarta pun juga bisa mengikuti kuliah tersebut. Asal mereka mampir ke warnet.
Suatu fenomena yang jarang sekali terjadi beberapa puluh tahun yang lalu. Kuliah online ini tidak hanya terjadi di Youtube ataupun TED, namun beberapa pihak lain mulai menggarap hal ini secara serius. Google pun kini juga telah memiliki GooglePlex (http://video.google.com/googleplex), di situ juga kita bisa mengikuti kuliah orang-orang penting di seluruh dunia dari bidang teknologi, sosial, politik, hukum, ekonomi, dll.
Fenomena-fenomena di atas dalam lingkup kecil bisa digolongkan dalam knowledge management yang memang pantas untuk diterapkan oleh PPSDMS. Ada tiga ukuran dalam menilai suatu teknologi informasi, dalam hal ini TI sebagai salah satu aspek KM, yaitu sebarannya, lama penyimpanannya, dan kecepatan ketersampaiannya. Slide materi bila tidak dipublikasi di internet tentu akan menjadi sampah file di komputer kita yang sudah pasti memiliki sebaran yang sangat sempit. Dengan mempublikasikannya untuk umum, maka materi-materi tersebut telah memberikan nilai tambah.
Perekaman video pada setiap materi di PPSDMS tentunya akan menambah lama waktu penyimpanannya. Sangat mungkin sekali materi yang diberikan oleh Bapak Arifin Panigoro, sebagai contoh, masih tetap terjaga 100 tahun yang akan datang dalam bentuk video. Selain juga video ini bisa kita publish di internet, sehingga seluruh pihak di seluruh dunia (minimal di pelosok Indonesia) bisa mengakses video ini dimanapun dan kapanpun lewat internet. Sehingga pihak lain di luar PPSDMS pun akan mendapatkan manfaat pembinaan, khususnya bagi para pemuda. Harapannya, setiap anak negeri dan pemuda Indonesia juga bisa menjadi target PPSDMS untuk mencapai visinya, yaitu mencetak pemimpin masa depan, lewat video materi dan kuliah yang pernah diberikan oleh PPSDMS. Walaupun mereka tidak sempat bergabung dalam pembinaan di asrama.

Tugas Kelompok Kasus Dell Minggu 9:

Author: rizaloktora  //  Category: Uncategorized

o Bagaimana keberhasilan organizational learning dan networking dalam menunjang atau hasil dari implementasi KM di organisasi
o Berikan gambaran umum seperti apa bentuk dashboard knowledge management untuk lini-lini yang ada diperusahaan tersebut. (dengan gambar yang mendukung akan lebih baik)
o Apa saja nilai-nilai KM dan pembelajaran yang didapat dari kasus yang ada
Jawaban:

Point Pertama
- Dell On-line merupakan kemajuan untuk Dell. Pada kuartal pertama tahun 1997, Dell melaporkan penjualan on-line harian sebesar US$1 juta. Untuk bulan Agustus 1999, penjualan on-line harian telah mencapai US $ 30 juta yang artinya US$11 miliar per tahun. Hingga akhir 2000, Dell menargetkan untuk melakukan setengah dari bisnis di setiap daerah secara on-line.
- Berhadapan langsung dengan beberapa pemasok utama pada basis global memperkuat keuntungan kompetitif Dell. Alasan Michael Dell adalah melalui kontak dekat dengan pelanggan dan dengan lebih banyak informasi mengenai kebutuhan pelanggan terdapat sedikit kebutuhan akan persediaan dalam jumlah besar.
- Pesatnya pertumbuhan dan ekspansi diperlukan jika Perusahaan ingin terus hidup. Perusahaan mulai menargetkan yang kecil – ke ukuran menengah -ukuran bisnis di pasar AS. Sedangkan kompetitor yang bertujuan di bagian atas akhir pasar (yakni, perusahaan-perusahaan besar), Dell memilih untuk memimpin harga / kinerja revolusi dari bawah ke atas, membawa teknologi baru di harga terjangkau pada kelompok pelanggan terluas. Strategi ini bekerja dengan baik di Amerika. Hingga akhir 1986, Dell telah mencapai US $ 60 juta dalam penjualan.

Point Kedua
Pelanggan Dell berkomunikasi dan membeli Dell dalam tiga cara www.dell.com, Voice-to-voice danFace-to-face

Just-in-time Inventory
Dell menerima materi dan siap untuk digunakan dan hanya yang ditetapkan sebagai keinginan khusus untuk pelanggan

Komputer Custom-Designed
The Traveler adalah lembaran yang berisi semua konfigurasi informasi pelanggan yang unik. Dokumen berjalan dengan system melewati kumpulan dan pengiriman

Kitting
Berdasarkan Traveler, semua komponen internal dan komponen yang diperlukan untuk membuat sistem yang dipilih dan ditempatkan dalam pengangkutan

Build-to-Order
Sebuah tim pekerja menggunakan kit untuk mengumpulkan dan mulai menguji seluruhsistem

Pengujian dan integrasi sistem
Sistem kemudian diuji secara luas menggunakan diagnosa Dell. Standar atau kustom hardware dan software yang terinstal dan teruji di pabrik

Pengepakan, perkapalan dan pengiriman
Siklus build-to-order berlangsung kurang dari lima jam dari awal hingga selesai. Berhubungan langsung dengan pemasok merupakan factor penting bagi keberhasilan penerapan model langsung dari Dell. Just-in-time inventory control menciptakan keuntungan yang memiliki dampak langsung pada pelanggan.

Point Ketiga
- standar biaya dan kinerja di seluruh dunia
- pendekatan langsung dengan pelanggan dan pemasok
- ekspansi global perusahaan
- pemilihan daerah ekspansi yang tepat
- Online service

Kelompok2
Nama/NIM: 1. Rizal Oktora/1201005931
2. Ratu Intan Nurulhayati/1201005944
3. Denny Fatahan/1201005950
4. Milton Vandalen/1201005963

Kelompok2 (Dell)

Author: rizaloktora  //  Category: Uncategorized

Tugas Kelompok Kasus Dell Minggu 3

o Background perusahaan (termasuk visi dan misi) dan pembahasan kasus atau dasar cerita secara umum

o Bagaimana keadaan dan peran perusahaan di ekonomi global

o Fitur apa yang sudah atau seharusnya sudah digunakan dalam hal dukungan teknologi dan implementasi Knowledge management

Jawaban:

Point Pertama

Pada tahun 1983, pada saat Michael Dell masih berusia 18 tahun dan dengan uang sebesar US $1.000, Michael Dell menyadari dia memiliki ambisi dalam hidupnya
dan mulai menjual upgrade PC dan add-on komponen dari kamar di asramanya di
University of Texas, Austin.
Di kamar inilah secara resmi menjadi Korporasi Komputer Dell pada Mei 1984. Dengan pesatnya pertumbuhan perusahaan, Dell go public pada bulan Juni 1988.

Perusahaan ini didirikan dengan konsep sederhana: bahwa dengan menjual secara langsung komputer pribadi ke pelanggan, kita dapat lebih mudah mengetahui kebutuhan pelanggan dan dapat memberikan solusi komputasi yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Dell menjual secara langsung kepada pelanggan, berhadapan langsung dengan pemasok dan dikomunikasikan secara langsung dengan karyawan, semua dilakukan tanpa perantara. Kepada pelanggan, baik konsumen biasa atau korporasi multinasional, Dell merupakan satu titik kontak dan akuntabilitas mereka.
Berhubungan langsung dengan pelanggan berarti bahwa Dell tahu persis apa yang diinginkan pelanggan.

Sepuluh tahun, Dell menduduki peringkat nomor dua dan yang paling cepat berkembang di antara semua perusahaan-perusahaan sistem komputer utama di seluruh dunia dengan lebih dari 26.000 karyawan di seluruh dunia.

Dell telah menerapkan suatu strategi ekspansi yang melibatkan penyeleksian negara atau teritori dimana akan dilakukan pengenalan direct model. Strategi yang sama diterapkan pada tiap Negara.

Kesuksesan Dell terletak pada bisnis langsung ke konsumen yang merupakan model revolusioner pada industry PC pertama di AS dan kemudian di lebih dari 170 negara di seluruh dunia. Perusahaan telah menetapkan standar biaya dan kinerja di seluruh dunia,

Point Kedua

Michael Dell mulai memperhatikan masa depan perusahaanya. Jika perusahaanya tidak berkembang atau tidak melakukan ekspansi maka perusaahaannya akan rentan terhadap konsolidasi yang sering terjadi dalam industri PC. Pada musim gugur 1986, Michael mengadakan pertemuan dengan para eksekutif perusahaan untuk membicarakan perihal ekspansi global perusahaan mereka.

Pada bulan Juni 1987, Dell ventured dari Amerika Serikat untuk pertama kalinya memulai bisnis di Inggris. Lebih dari 11 operasi internasional dibuka pada periode 1987-1991. Pada 1994, Dell memiliki anak perusahaan Internasional di 14 negara yang menjual dan mendukung produk lebih dari 100 pasar tambahan melalui kesepakatan bermitra dengan distributor teknologi. Pada tahun 1995, konstruksi dimulai pada Pusat Pelanggan Asia Pasifik (APCC) di Penang, Malaysia. Pada tengah tahun pertama tahun 1995, Dell membuka kantor di enam negara di wilayah Asia Pasifik ini. Malaysia menjadi penghubung jaringan pemasaran dan penjualan di Asia Pasifik yang meliputi Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Selandia Baru Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand. Pada tahun 1998, manufaktur Xiamen dan pusat layanan (Pusat Pelanggan Cina) dibuka. Kantor pusat regional Dell Asia Pasifik terdapat di Hong Kong. Pada tahun 1998, kantor-kantor penjualan Dell dioperasikan di 33 negara dan melayani pelanggan di lebih dari 170 negara dan teritori di seluruh dunia.

Bisnis Dell telah berkembang dari US $ 6,2 juta ke US $ 21,7 miliar pada tahun 1985. Pada tahun 1999 Dell berada di peringkat kedua baik di Amerika Serikat dan di seluruh dunia pasar PC. Lalu pada tahun 1996, Dell kembali mengoyang industri PC dengan cara membuat pendekatan langsung bahkan langsung melalui Internet. Dell On-line nampaknya merupakan kemajuan alami untuk Dell. Pada kuartal pertama tahun 1997,

Pada bulan April 1997, Dell membentuk perusahaan leasing Joint venture bernama Dell Financial, menyediakan layanan dengan berbagai pilihan leasing fleksibel langsung ke pelanggan Dell di AS dan akhirnya di seluruh dunia.

Pada Desember 1997, Dell telah mengambil posisi IBM dengan menjadi pemasok terbesar kedua computer desktop di seluruh dunia. Dell kembali memimpin industri dalam pertumbuhan unit pengiriman, penerimaan dan penghasilan.

Dell menghasilkan produk yang digunakan oleh berbagai negara di dunia. Secara otomatis setiap perubahan dalam perusahaan tersebut akan mempengaruhi pihak pengguna dalam hal ini penggunanya sudah berskala global.

Point Ketiga

Pada tahun 1996, mengoyang industri PC dengan cara membuat pendekatan langsung bahkan langsung melalui Internet.. Hingga akhir 2000, Dell diantisipasi bahwa setengah dari total bisnis (penjualan, layanan dan dukungan) akan dilakukan secara on-line. Internet memiliki potensi untuk mengubah wajah industri PC. Dell bertujuan untuk menganggap sebuah posisi kepemimpinan dalam Internet commerce, Internet mendefinisikan model bisnis sebagai perpanjangan dari direct model.

Melalui www.dell.com, Dell mampu meningkatkan performansinya secara drastic, karena seluruh pelanggan yang ada di seluruh dunia bisa melakukan pembelian produk dan jasa dimanapun mereka berada.


<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.IsiMateri, li.IsiMateri, div.IsiMateri {mso-style-name:Isi_Materi; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; mso-line-height-alt:14.4pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:26.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; font-family:Arial; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

1. Rizal Oktora/1201005931

2. Ratu Intan Nurulhayati/1201005944

3. Denny Fatahan/1201005950

4. Milton Vandalen/1201005963

Tugas Team Mata Kuliah Knowledge Management

Author: rizaloktora  //  Category: Uncategorized

Berikut Group Cases yang harus dipilih salah satu untuk tugas utama team:

1. Novo Nordisk – Cross Cultural Management as facilitation

  • Bio technology company (pharmaceutical)
  • Function of an internally appointed multinational team for facilitating conformity with company value and transfer of best practices

2. Matsushita Electric – A Learning History

  • Consumer electrical and electronic products
  • Quest for global corporate citizenship

3. Lego – Transferring Identity Knowledge

  • Toys
  • Cross border transfer of identity

4. Sulzer Infra – Creating One Winning Team

  • Construction expertise
  • Creation of a knowledge based company through cross-cultural organization learning

5. Novartis – Experiences with ‘knowledge marketplace’

  • Chemical & Pharmaceutical Company
  • Making expert knowledge usable

6. Holderbank – Knowledge in use

  • Cement producing company
  • Supporting the exchange of information throughout the holding

7. Boeing – Philip Condit and the Boeing 777

  • Aircraft Industry
  • From design and development to production and sales

8. Caterpillar

  • Heavy construction equipment industry
  • Comeback

9. Federal Express

  • Express transportation and logistic industry
  • Structural transformation through e-business

10. Dell

  • PC Industry
  • Selling directly, Globally

11. Kacey Fine Furniture

  • Retail furniture store
  • Human resources management in the face of change

12 Lufthansa

  • Airline carrier
  • Maintaining the change momentum

13 PricewaterhouseCoopers

  • Professional services industry
  • Building a global network

Sumber: Presentasi KM untuk Binus Online Learning.ppt

Mohon untuk reply nya dari teman-teman. agar kita dapat dengan segera menentukan salah satu topik dan langsung di sampaikan ke pak Win Ce untuk beliau me-scan dan upload kasus yang akan kita pilih nanti.

Hello world!

Author: rizaloktora  //  Category: Uncategorized

Welcome to Binusian blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Happy Blogging :)